Amankan kartu ATM anda!
Berbagai modus penipuan terhadap kartu ATM di Indonesia kian hari kian marak. Tidak sedikit orang yang menjadi korban. Beragai modus penipuan pun kian beragam. Bila sebelumnya si penipu menghubungi kita via sms yang menyatakan kita menang undian dan harus menghubungi nomor telepon tertentu untuk dapat mengambil hadiah yang akan di transfer langsung ke rekening kita, kini telah muncul modus penipuan terbaru. Modus ini adalah dengan cara mengelem mesin ATM.
Yup, bingungkan bagaimana caranya? Biasanya, si penipu memasukkan semacam kertas atau kartu plastik tipis yang telah dibubuhi lem kedalam lubang tempat memasukkan kartu. Saat kita memasukkan kartu ATM, otomatis kan tidak dapat digunakan (karena kartu kita telah tersangkut di kartu plastik yang telah dibubuhi lem itu) sehingga mesin tidak akan membaca kartu kita. Disinilah seolah-olah mesin ATM tidak bekerja. Nah, pada saat inilah si penipu mulai melancarkan aksinya. Si penipu tersebut seolah-olah hendak ikut membantu (dimana beliau mengatakan bahwa kartunya juga ikut ‘tertelan mesin’). Saat itu, si penipu akan menghubungi ke sebuah nomor (yang tidak lain adalah teman si penipu) dimana beliau mengatakan bahwa yang dihubungi adalah call center bank yang memiliki mesin ATM tersebut. Disini beliau akan berbicara dengan orang di telepon tersebut dengan nada yang meyakinkan bahwa ia meminta agar kartu ATM nya di blokir segera, dan kemudian si penipu itu menawarkan kepada kita untuk menggunakan HP nya untuk berbicara dengan ‘operator’ /temannya tersebut. Disini, si operator bohongan itu akan menanyakan nama si pemilik rekening, tempat tanggal lahir, dan meminta kita untuk mencoba memencet nomor PIN secara perlahan pada mesin. Nah, si penipu yang bersama kita tadi sebenarnya terus memperhatikan apa yang kita lakukan, ia melihat kita memencet PIN di mesin ATM. Tentu saja mesin tetap tidak bekerja bukan? Kemudian kita diminta untuk mengulangi langkah awal tadi. Karena tidak bisa juga, kita kemudian akan ditawarkan untuk memblokir kartu ATM atau tidak. Sudah pasti kita akan memintanya memblokir kartu ATM. Lalu si operator gadungan itu meminta kita untuk datang ke kantor cabang tempat kita membuka rekening pada hari berikutnya demi mengambil kartu ATM yang kita sangka tertelan mesin. Sudah, setelah itu kita akan berterimakasih sekali kepada si ‘bapak penipu’ yang telah memberi pinjaman HP nya kepada kita, lalu kitapun meninggalkan mesin ATM. Setelah kita pergi inilah si penipu tadi melancarkan aksinya menguras sisa tabungan kita. Ia akan dengan mudahnya menarik kartu kita yang tersangkut tadi dengan caranya. Karena ia telah mengetahui nomor PIN yang secara tidak sadar telah kita perlihatkan saat mengikuti instruksi tadi, dengan mudah ia akan menggunakan kartu tersebut. Habis deh tabungan. Yah, begitulah kerja para penipu. Mereka akan terus mencari modus-modus baru untuk mengelabui korbannya.
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- May 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS